Sejatinya kura-kura daun atau cyclemys dentate memiliki 7 sub spesies yang tersebar dari asia tenggara sampai asia selatan.Dari ke 7 jenis tersebut ada 3 yang diyakini menyebar dan tinggal di Indonesia.

1.cyclemys dentata






c.dentata





Di deskripsikan oleh gray pada tahun 1831.Dinamakan kura-kura daun sebab bentuk cangkang dan warna tubuhnya menyerupai daun kering yang jatuh di lantai hutan,hal ini dimaksudkan sebagai adaptasi c.dentata terhadap predatornya atau bersembunyi untuk memangsa makanan mereka yaitu serangga kecil.

Cirri-ciri utama dari c.detata adalah cangkang yang berwarna coklat dan plastron(cangkang bawah berwarna kuning terang dengan motif seperti kayu).


2.cyclemys oldhami










Memiliki  nama spesifik cyclemis oldhamii , kura-kura daun Oldhamii/oldham, untuk menghormati kolektor tanaman Inggris Richard Oldham (1837-1864).

Kura-kura daun yang satu ini memiliki sebutan lain yaitu kura batu ,karena saat dewasa karapas dan plastron kura-kura ini berwarna hitam.









Jadi bisa disimpulkan perbedaan kura oldhamii dan dentata adalah warna oldhamii lebih gelap alias berwarna hitam pada karapas dan plastronnya serta bentuk karapas yang lebih ceper .




3.cyclemys enigmatica






C.enigmatica


Pertama kali di deskripsikan oleh Fritz,Gucking,Auer,Sommer,wink dan Hundsdorfer pada tahun 2008,tersebar di wilayah Sumatra ,jawa dan Kalimantan.

Kura-kura ini memiliki karapas berwarna coklat  tua dan sedikit kemerahan,pada saat dewasa karapasnya hampir tidak meninggalkan pola apapun alias polos.

karapasnya berwarna coklat kemerahan dengan pola yang rapat ,hitam dan memancar,tidak hanya cangkang nya saja yang berwarna coklat kemerahan ,warna yang sama juga terlihat pada kepalanya,tenggorokan dan lehernya berwarna gelap sedangkan daerah antara karapas dan plastronnya bewarna coklat tua kehitaman.

Namun sebenarnya kura-kura daun jenis ini sangat jarang ditemukan di alam liar ,begitu pun di kalangan para breeder dan pemelihara kura-kura ,sangat jarang yang memiliki kura-kura enigmatica ini.