Kura-kura daun adalah salah satu kura-kura lokal yang paling banyak diminati oleh penghobi karena bentuknya yang unik,kura-kura ini biasa ditemukan hidup di air tawar yaitu di sungai sungai besar atau kecil yang aliran airnya lambat.

Panjang tempurungnya atau karapasnya bisa mencapai panjang 24 cm saat dewasa. Kura kura-kura daun memiliki lima buah keping sisik vertebral di bagian tengah punggungnya.

Kingdom : animalia
Filum : chordata
Kelas : reptilia
Ordo : testudines
Famili. :geoemydidae
Genus. : cyclemys
Spesies :c.dentata
Keping-keping vertebral ini memiliki tonjolan memanjang, namun tonjolan ini cenderung akan menghilang setelah dewasa. Lehernya memiliki garis-garis memanjang, berwarna kekuningan atau kemerahan. Keping-keping sisik pada plastron atau penutup dada dan perut dihiasi dengan coretan-coretan radial berwarna kehitaman bercorak tebal atau tipis sampai mengabur.











 Kura-kura ini menyebar dari India bagian utara, Bangladesh, Burma, Cina, Kamboja, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaya, Indonesia dan Filipina. Di Indonesia biasa dijumpai di Mentawai, Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali.






Peta persebaran kura-kura daun

Karena ke unikannya ,kura-kura ini banyak diperdagangkan dan di buru di alam liar untuk dijadikan hewan peliharaan,dan di bebrapa wilayah pedalaman hutan kura-kura ini menjadi sumber protein yang paling banyak di buru dan di makan oleh penduduk local(pedalaman hutan),namun meski begitu kura-kura ini belum masuk sebagai kura-kura yang dilindungi oleh pemerintah indonesia ,bahkan uni konservasi dunia (iucn)masih memandang kura-kura ini dalam resiko rendah (lower risk).




Makanan kura-kura daun

Di alam bebas kura-kura ini memakan jangkrik,belalang dan serangga lainnya,tapi tidak menutup kemungkinan bahwa mereka juga memakan dedaunan yang tumbuh di hutan ,sayuran yang tumbuh liar di pinggir sungai atau bahkan buah-buah-an yang jatuh dari pohonnya.




Sub spesies

Kura-kura daun yang biasa di jumpai di Indonesia ada 3 jenis,

1.cyclemys dentata
Di deskripsikan oleh gray pada tahun 1831.

2.cyclemys oldhami
Memiliki  nama spesifik cyclemis oldhamii , kura-kura daun Oldhamii/oldham, untuk menghormati kolektor tanaman Inggris Richard Oldham (1837-1864).

3.cyclemys enigmatica
Pertama kali di deskripsikan oleh Fritz,Gucking,Auer,Sommer,wink dan Hundsdorfer pada tahun 2008,tersebar di wilayah Sumatra ,jawa dan Kalimantan.


Untuk mengetahui lebih jelas tentang perbedaan ke tiganya anda bisa melihatnya disini.


Tips dan perawatan,
Pertama karena ini kura-kura lokal yang banyak diburu maka sebagai sumbangsih kita untuk membantu menghambat atau mencegah kepunahan hewan eksotis ini adalah dengan tidak menangkapnya dari alam liar,dan jika membeli atau men adopsi kra-kura ini ,pastikan bahwa kura-kura yang anda beli adalah hasil tangkaran/breeding (di Indonesia sudah banyak yang menangkarkan kura-kura daun ini).

Dan untuk makanannya sejatinya kura ini adalah omnivore (pemakan segalanya) seperti yang sudah di bahas di paragraph sebelumnya,kangkung,sawi,selada,pisang,pepaya dan aneka serangga adalah makanan yang cukup baik untuk di sajikan bagi mereka.


Untuk kandang yang direkomendasikan adalah kolam out door yang cukup luas dan memiliki area darat dan air sebagaimana kura-kura lainnya,tapi beberapa pengalam dari penghobi lainnya mengatakan bahwa kura-kura daun lebih banyak menghabiskan waktunya di darat,dengan bersembunyi di bawah tanaman,hiding cave(bila ada)atau mengubur dirinya di bawah tumpukan dedaunan kering,jadi anda bisa menduga bagaimana nantinya anda akan men-set kolam untuk kura-kura daun ini.